Cermin Hati
Sadarkah kamu ...! kalau kamu tidak pernah melirik lagi hatimu,bahkan sudah tidak perduli dengan kebeningan hatimu.Kamu sibuk dengan berbagai urusan dan pekerjaan ,hingga kamu tidak pernah sadar kalau hatimu tidak kau lihat lagi...yang kau gunakan hanyalah otak dan nafsumu sehingga kau terlelahkan oleh berbagai masalah dan kemelut kehidupan yang tak pernah berakhir...kamu menganggap kalau otak kamu mampu menyelesaikan setiap urusan sehingga apapun caramu,kamu menganggap itu sah dan halal yang terpenting kau puas dan tertutupi akal bulusmu,tidakkah kau pikirkan bila terus itu kau lakukan kau akan terperangkapoleh jerat iblis yang menyesatkan,sehingga pada akhirnya kau tergilas oleh waktu yang terus menggerogoti usiamu,kau tak tampaklagi muda bahkan kau cenderung kusam didahimu terkerut garis-garis kelelahan dan kedengkian yang menumpuk ,mengakar dan mendarah daging,takada sedikitpun pancaran kearipan dan cahaya kemuliaan yang terbesit dari wajahmu yang ada hanya kekhawatiran yang mendalam dan ketakutan akan terbongkarnya segala kebusukan dan terpisahnya jasad dan badan.Harta dan warisan yang kau perjuangkan mati-matian akan menjadi tamparan dan pukulan karena semua itu hampa,sebab diperebutkan oleh anak dan cucumu yang berebut mendapat warisan bahkan kamar sekedar tempat berbaring telah diperebutkan pula oleh anak cucumu untuk direbut dan dimiliki secara pribadi sebagai ahli waris lalu apa yang bisa kamu andalkan dan banggakan ?...Bila keserakahan dan kebohongan yang kamu tabung selama ini telah menjadi senjata makan tuan buat kamu sendiri.
Seharusnya kamu bercermin kedalam hatimu dan kamu tatap dalam hatimu, melihat noda-noda hitam yang menempel melekat seperti aspal hitam yang membara yang melekat kuat ditengah-tengah jalan. Apakah dengan hati seperti itu kamu dapat mengarungi kehidupan ini hingga akhir hayat mu ?...Jika itu terus kamu lakukan pasti kamu tak akan menjumpai ketenangan selama hidupmu dan takakan meraih kebahagiaan diakhiratmu.Noda-noda hitam itu tak akan dapat bersih dengan singkat ,itu membutuhkan waktu yang sangat panjang dengan terus berusaha dan menghabiskan seluruh waktu dan hidupmu untuk membersihkannya,karena hanya hati yang bersihlah kebahagiaan dapat digapai dan perjumpaan dengan Tuhannya dapat tercapai.
Wahai sahabat-sahabatku mulailah dengan menyirami hati mu dengan kekhusuan dalam beribadah dan iringi setiap detak jantungmu,setiap nafasmu, dan setiap langkah hidupmu dengan harapan semata-mata hanya mengharapkan keridhoan-Nya.
0 komentar:
Posting Komentar