Hujan pada malam ini tak berhenti,terus saja membasahi bumi yang penat ini ,kutatap langit yang tampak putih kehitaman seakan lembab seperti bola mata yang lembam setelah terkuras oleh air mata kesedihan yang mendalam.Aku berteriak dengan keras seakan memecah gendang telingaku ya..teriakan yang hanya dapat kudengar dengan gendang telingaku sendiri ,kerinduan ini terus memdebar dalam jantungku menusuk-nusuk nadiku ,mengalir dalam setiap jalan darahku.Kerinduan yang selama ini terus ku pendam,kerinduan yang selama ini mencengkeram erat dan menyelimuti setiap langkah hidupku.Sepi sekali malam ini tak satupun bintang yang kutatap dilangit tanpa cahaya ini,seakan-akan mati suri tiada suara manusia,tiada suara hewan yang ku dengar hanyalah gemercik air yang terhempas oleh tiupan angin menepis ke anggota tubuhku,pandangan ku hanya menangkap kesunyian yang mencekam dan lambaian ranting pepohonan yang terus saja mendayu-dayu mengiringi gelapnya malam.Rindu ini tak pernah terobati walau sudah pernah kucari diberbagai penjuru mata angin ,kupernah terbang tinggi diatas awan kucari Kau kupanggil Kau namun tak kudengar dan tak kulihat wujud Mu dengan mata yang lemah ini,kupernah mendaki gunung yang tinggi yang terlihat dan terhampar hanyalah rimbunan pepohonan,kupernah berada ditengah lautan yang tampak hanyalah ombak yang menjulang dan buih putih yang tersusun rapi berbaris-baris serta deretan karang yang menghujam,kupernah berada ditanah yang lapang yang ada hanya debu-debu yang berterbangan. Dimana diri mu? bukankah engkau sang pengatur bukan kah engkau sang penghukum bukankah engkau Raja bukankah engkau sang perintah ,Ya.......engkau ada aku yakin itu ,Ya..engkau berwujud aku percaya itu...meskipun hingga kini aku belum mampu untuk mengungkap semua itu rindu ini belum bisa terobati hingga kini,ini karena kebodohan ku dan kebutaanku dalam merindukan Mu hingga aku belum bisa menyingkap tabir itu dan terobati rindu ini...Harapanku ...sebelum tiba ajalku ..Sebelum habis masaku kuingin Kau mengobati rinduku dengan menatapku dan membalas rindu merindu.

0 komentar:
Posting Komentar